Jumat, 15 November 2013

Merajut Asa

Pagi itu ketika jam istirahat, aku di panggil ibu guru untuk ke kantor. Sesampainya disana aku diberi tahu bahwa aku di minta untuk mengikuti lomba menulis bersama kakak kelas di sebuah universitas ternama di kota Ponorogo. Ada rasa senang sekaligus takut, karena ini adalah kali pertamanya akau mengikuti lomba menulis. Memang menulis adalah aktifitas kesukaanku, hanya saja tulisanku belum pernah aku ikut sertakan dalam lomba.

Setelah aku membaca semua kriteria yang ada di brosur, aku pun segera mencari ide untuk tulisanku yang bertema "pengaruh media sosial terhadap pergaulan remaja di era globalisasi'. Menurutku ini bukan tema yang sulit karena aku sudah pernah merasakan dampaknya.
Selang dua hari setelah pemberitahuan akupun mengajukan tulisanku ke Bu Chusna salah satu guru bahasa Indonesiaku sekaligus pembina jurnalistik. Di tulisan pertamaku tersebut banyak yang harus di revisi terlebih ketika itu aku sempat minder membaca tulisan kakak kelasku yang menurutku sangat bagus. Aku pun juga sempat berbagi dengan kakak kelas dan dari itu aku pun mendapat ide yang cukup bagus untuk di kembangkan menjadi tulisan. Dan akhirnya aku pun mengambil judul " Media Sosial sebagai perahu dakwah". Dengan sekali diajukan ke ibu guru tulisanku langsung di terima dan kemudian dengan segera di kirim ke sekretariat lomba. Alhamdullillah Allah telah mendengar do'a-do'aku.

Pagi itu, tanggal 1 maret 2012 tiba waktu ku untuk menanti pengumuman kejuaraan yang akan di ambil sepuluh besar setelah itu dilaksanakan presentasi untuk mengambil 3 besar. Dan akhirnya aku berhasil masuk sepuluh besar dengan urutan peringkat nomer sembilan. Dengan hati senang bercampur grogi aku melangkahkan kaki ku ke ruang presentasi. Lagi-lagi aku minder melihat power point peserta lain yang sangat bagus. Sedangkan punyaku sangat sederhana karena aku baru membuatnya sekitar tiga jam yang lalu sebelum aku berangkat ke sekolah. Karena panitia lomba memberi tahu tentang power point ketika mlam harinya. Dengan yakin aku pun menyerahkan power point ku dan mengambil nomer undian. Dan lagi-lagi angka sembilan menjadi angka untuk  maju presentasi.Alhamdulillah, presentasi dan tanya jawab dengan juri-juri cukup lancar. Dan setelah sholat dhuhur tiba saatnya pengumuman kejuaraan, lagi-lagi aku di buat senam jantung. Aku tidak menyangka aku mendapatkan juara kedua di lomba menulis ini, dengan nilai presentasi yang paling tinggi. Terima kasih Allah. Semoga ini awal langkahku untuk meneruskan perjuangan sebagai penulis. Dan tentunya aku juga berterima kasih kepada Bapak Ibu guru dan teman-teman yang telah memberikan do'a dan dukungannya untukku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar