Pagi
itu ketika jam istirahat, aku di panggil ibu guru untuk ke kantor. Sesampainya
disana aku diberi tahu bahwa aku di minta untuk mengikuti lomba menulis bersama
kakak kelas di sebuah universitas ternama di kota Ponorogo. Ada rasa senang
sekaligus takut, karena ini adalah kali pertamanya akau mengikuti lomba
menulis. Memang menulis adalah aktifitas kesukaanku, hanya saja tulisanku belum
pernah aku ikut sertakan dalam lomba.
Setelah
aku membaca semua kriteria yang ada di brosur, aku pun segera mencari ide untuk
tulisanku yang bertema "pengaruh media sosial terhadap pergaulan remaja di
era globalisasi'. Menurutku ini bukan tema yang sulit karena aku sudah pernah
merasakan dampaknya.
Selang
dua hari setelah pemberitahuan akupun mengajukan tulisanku ke Bu Chusna salah
satu guru bahasa Indonesiaku sekaligus pembina jurnalistik. Di tulisan
pertamaku tersebut banyak yang harus di revisi terlebih ketika itu aku sempat
minder membaca tulisan kakak kelasku yang menurutku sangat bagus. Aku pun juga
sempat berbagi dengan kakak kelas dan dari itu aku pun mendapat ide yang cukup
bagus untuk di kembangkan menjadi tulisan. Dan akhirnya aku pun mengambil judul
" Media Sosial sebagai perahu dakwah". Dengan sekali diajukan ke ibu
guru tulisanku langsung di terima dan kemudian dengan segera di kirim ke
sekretariat lomba. Alhamdullillah Allah telah mendengar do'a-do'aku.
Pagi
itu, tanggal 1 maret 2012 tiba waktu ku untuk menanti pengumuman kejuaraan yang
akan di ambil sepuluh besar setelah itu dilaksanakan presentasi untuk mengambil
3 besar. Dan akhirnya aku berhasil masuk sepuluh besar dengan urutan peringkat
nomer sembilan. Dengan hati senang bercampur grogi aku melangkahkan kaki ku ke
ruang presentasi. Lagi-lagi aku minder melihat power point peserta lain yang sangat
bagus. Sedangkan punyaku sangat sederhana karena aku baru membuatnya sekitar
tiga jam yang lalu sebelum aku berangkat ke sekolah. Karena panitia lomba
memberi tahu tentang power point ketika mlam harinya. Dengan yakin aku pun
menyerahkan power point ku dan mengambil nomer undian. Dan lagi-lagi angka
sembilan menjadi angka untuk maju
presentasi.Alhamdulillah, presentasi dan tanya jawab dengan juri-juri cukup
lancar. Dan setelah sholat dhuhur tiba saatnya pengumuman kejuaraan, lagi-lagi
aku di buat senam jantung. Aku tidak menyangka aku mendapatkan juara kedua di
lomba menulis ini, dengan nilai presentasi yang paling tinggi. Terima kasih
Allah. Semoga ini awal langkahku untuk meneruskan perjuangan sebagai penulis.
Dan tentunya aku juga berterima kasih kepada Bapak Ibu guru dan teman-teman
yang telah memberikan do'a dan dukungannya untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar