1.
Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk
orang lain bukanlah membagikan kekayaan Anda, tetapi membantu ia untuk memiliki
kekayaannya sendiri (Benjamin Disraeli)
2.
Ada dua macam manusia di dunia ini :
mereka yang mencari alasan dan mereka yang mencari keberhasilan. Orang yang
mencari alasan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya tidak selesai, dan
orang yang mencari keberhasilan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya
dapat terselesaikan (Alan Cohen)
3.
Cintailah orang yang kau cintai
sekedarnya saja, siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi
orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekedarnya saja, siapa
tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kau cintai
(Imam Ali RA)
4.
Sebuah tong yang penuh dengan
pengetahuan belum tentu sama nilainya dengan setetes budi (Phytagoras)
5.
Bila rahasia sebuah atom dari atom-atom
tersingkap, rahasia segala benda ciptaan, baik lahir maupun batin akan
tersingkap, dan kau takkan melihat pada dunia ini atau dunia yang akan datang
kecuali Tuhan (Syaikh Ahmad Al-Alawi)
6.
Lebih baik menjaga mulut Anda tetap
tertutup dan membiarkan orang lain menganggap Anda bodoh, daripada membuka
mulut Anda dan menegaskan semua anggapan mereka (Mark Twain)
7.
Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada
hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki (Mahatma Ghandi)
8.
Hal terindah yang dapat kita alami
adalah misteri. Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu
pengetahuan (Albert Einstein)
9.
Orang-orang yang melontarkan kritik bagi
kita pada hakikatnya adalah pengawal jiwa kita, yang bekerja tanpa bayaran
(Corni Ten Boom)
10.
Sukses berjalan dari satu kegagalan ke
kegagalan yang lain, tapi kita kehilangan semangat (Abraham Lincoln)
11.
Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata “Ibu”, dan panggilan
yang paling indah adalah “ibuku”. Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta,
kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati. (Kahlil Gibran)
12.
Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang
terpenuhi. Dialah ladang hatimu, yang dengan kasih kau taburi dan kau pungut
buahnya penuh rasa terima kasih. Kau menghampirinya di kala hati gersang
kelaparan, dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian. Janganlah ada
tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa (Kahlil Gibran)
13.
Seorang pecundang tak tahu apa yang
dilakukannya bila kalah, tapi sesumbar apa yang dilakukannya bila menang.
Sedangkan pemenang tak berbicara apa yang akan dilakukannya bila ia menang,
tetapi tahu apa yang dilakukannya bila ia kalah (Eric Berne)
14.
Seekor burung hantu yang bijaksana duduk
di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia berbicara.
Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa kita tidak
seperti burung hantu yang bijaksana itu? (Edward Hersey Richards)
15.
Pandanglah hari ini, kemarin sudah jadi
mimpi. Dan esok hanyalah sebuah visi. Tetapi, hari ini yang sungguh nyata,
menjadikan kemarin sebagai mimpi kebahagiaan, dan setiap hari esok adalah visi
harapan (Alexander Pope)
16.
Jadikan deritaku sebagai kesaksian,
bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang
langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuatan Yang
Maha Esa (Bung Karno)
17.
Ia akan datang, dan pergi. Seorang
penguasa, pengemis atau pertapa – setiap orang yang lahir pasti mati.
Menghembuskan nafas terakhir di atas tahta, atau diseret ke dalam kubur dengan
tangan dan kaki terikat, apa bedanya? (Kabir)
18.
Satu-satunya yang harus kita takuti
adalah ketakutan itu sendiri (Franklin D. Rosevelt)
19.
Saya melihat seorang pemecah batu sedang
memukul sebongkah batu padas sampai seratus kali tanpa kelihatan retak sedikit
pun. Tapi, pada pukulan ke seratus satu kali, batu itu pecah menjadi dua. Saya
tahu bahwa bukan pukulan terakhir itu yang membelah batu, tapi semua pukulan
yang sudah dilakukan sebelumnya (Jacob Riis)
20.
Jika Anda membiarkan sesuatu yang kecil
berlalu, Anda akan menemukan kedamaian yang kecil juga. Jika Anda membiarkan
lebih banyak hal berlalu, Anda akan meraih lebih banyak kedamaian. Jika Anda
benar-benar membiarkan seluruhnya berlalu, Anda akan mendapatkan seluruh
kedamaian (Ajahn Chah)
21.
Apa perbedaan antara hambatan dan
kesempatan? Perbedaannya terletak pada sikap kita dalam memandangnya. Selalu
ada kesulitan dalam setiap kesempatan dan selalu ada kesempatan dalam setiap
kesulitan. (J. Sidlow Baxter)
22.
Musisi harus menciptakan musik. Pelukis
harus menggoreskan lukisannya. Penyair harus menulis sajaknya. Mereka harus
melakukannya agar mencapai puncak kedamaian dalam diri mereka sendiri. Seseorang
harus menjadi apa yang mereka bisa jadi (Abraham Maslow)
23.
Meski Anda menyembunyikan pikiran buruk
dalam hati Anda, tetap akan terpancar kekuatan kelam. Pikiran cinta, meskipun
tak mengucapkannya, maka dunia pun akan terasa lebih terang (Ella Wheeler Wilcox)
24.
Kadang-kadang anda dapat mengatasi
sebuah situasi sulit hanya dengan bersedia memahami orang lain. Sering yang
paling dibutuhkan oleh seseorang adalah mengetahui bahwa ada seorang lain yang
peduli tentang bagaimana perasaannya dan berusaha memahami posisi mereka (Brian
Tracy)
25.
Orang bijak adalah dia yang hari ini
mengerjakan apa yang orang bodoh akan kerjakan tiga hari kemudian (Abdullah
Ibnu Mubarak)
26.
Kesempatan Anda untuk sukses di setiap
kondisi selalu dapat diukur oleh seberapa besar kepercayaan Anda pada diri
sendiri (Robert Collier)
27.
Saya tak pernah menjumpai seseorang yang
menderita karena terlalu banyak bekerja. Lebih banyak orang menderita karena
terlalu banyak ambisi tetapi tak cukup berusaha (Dr. James Mantague)
28.
Nilai manusia, bukan bagaiman ia mati,
melainkan bagaimana ia hidup. Bukan apa yang telah ia perolah, melainkan apa
yang telah ia berikan. Bukan apa pangkatnya, melainkan apa yang telah diperbuat
dengan tugas yang diberikan Tuha kepadanya (Ministry)
29.
Perhatikan perbedaan antara apa yang
terjadi bila seseorang berkata, “Saya telah gagal tiga kali”, dan apa yang
terjadi bila ia berkata, “Saya orang yang gagal”. (S. I. Hayakawa)
30.
Saat berbicara mode, berenanglah
mengikuti arus. Saat berbicara prinsip, tegarlah seperti batu karang (Thomas
Jefferson)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar