![]() |
| Aneka Media Sosial |
Di kalangan remaja, facebook sering digunakan sebagai
tempat curhat, menuangkan segala suka cita, keluh kesah, sampai duka cita.
Memang tak ada larangan untuk curhat di facebook, akan tetapi kita harus
membatasi curhatan kita kepada facebook. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan. Contahnya, kita menulis status kalau kita sedang kesepian, maka
secara langsung ada facebookers lain yang mengomentari untuk mengajak kita
berjanjian kemudian kita keluar bersamanya, padahal kita belum kenal tapi kita
mau-mau saja. Inilah hal yang harus kita hindari.
Layaknya perahu, ketika ia akan berlayar kita harus
mengecek perahu tersebut dan mempersiapkan semuanya dengan baik. Seperti halnya
kita, jika kita berkonsekuen untuk mempunyai facebook kita harus
memanfaatkannya dengan baik dan kita harus mempunyai iman yang kuat untuk
menghindari bisikan-bisikan syaitan facebook. Ketika perahu mulai berlayar ke
sebuah pulau kita harus berhati-hati, karena badai laut yang besar kapan saja
bisa menghampiri, maka jika badai itu terjadi ia segera mencari pelabuhan
terdekat untuk bersandar sampai akhirnya badai itu reda. Begitu juga dengan
kita jika menulis status harus memikirkannya matang-matang. Apakah status yang
kita tulis ini baik atau tidak?. Terlebih untuk para remaja harus bisa
mengontrol emosi kita, karena dalam masa transisi inilah ujian datang
bertubi-tubi untuk diselesaikan satu per satu, bukannya untuk ditambah. Setelah
itu, jika status yang kita tulis sudah terlihat baik, benar dan sopan, saatnya
kita beranjak untuk melihat komentar dari facebookers yang lain, jika ada
status yang kurang berkenan di hati kita jangan sampai kita tanggapi dengan hal
negatif, tapi kita harus menanggapinya secara positif, jika keadaan semakin
parah, maka jalan satu-satunya adalah segera menghapus sttus kita. Dan kita harus
pandai-pandai mengambil sisi positif dari kejadian tersebut.
Di era globalisasi ini, kita sebagia pecinta media sosial
khususnya facebook sudah seharusnya melakukan perubahan. Jika sebagian besar
dari kita mengisi facebook kita dengan tulisan keluh kesah dan suka cita,
bagaimana jika kita menjadikan facebook sebagai media dakwah? Apakah cocok?.
Kita jangan berfikir terlalu panjang untuk melakukan hal yang baik. Krena sudah
saatnya kita melakukan perubahan menuju yang lebih baik meskipun itu hanya sebesar
partikel debu yang beterbangan. Sebab selama ini dakwah sering dilakukan di
masjid, radio, televisi, bahkan face to face. Tapi coba jika kita melakukan
gebrakan baru, yaitu berdakwah melalui facebook. Inilah inovasi yang harus kita
lakukan, kita harus membuktikan bahwa negara kita yang mayoritas penduduknya
islam mempunyai akhlak yang baik dalam berkomunikasi, terlebih di dunia maya.
Mulailah dengan menulis sebuah ayat Al-Qur’an atau hadist di dinding facebook
kita, serta mengomentari status orang lain dengan nuansa islami tanpa terlihat
seperti menggurui. Mungkin dengan cara ini lambat laun media sosial yang sering
dianggap miring oleh khalayak akan bisa berubah menjadi media yang baik bagi
orang-orang yang haus akan pendidikan
islam. Akan tetapi jangan sampai kita salah menulis ayat Al-Qur’an dan hadist,
karena itu akan mengubah rambu-rambu Islam, lebih baik kita pelajari dulu
kebenarannya sehingga kita tidak akan salah dalam menyampaikan informasi
tersebut.
Meskipun kita sudah berusaha dengan sebaik mungkin untuk
menjadikan mesia sosial sebagai media dakwah, tapi kita harus tetap kritis dan
hati-hati terhadap sisi negatifnya. Contohnya, media sosial yang terhubung
internet akan memerlukan biaya yang tidak sedikit, selain itu bisa membuang
waktu kita. Jadi, kita harus bisa mengatur semuanya sehingga isi kantong kita
tidak terkuras dan waktu yang kita miliki bisa terbagi dengan baik, jangan
sampai gara-gara facebookan kita jadi lupa makan apalagi lupa shalat. Naudzubillahimindzalik.
Selain itu, peran orang tua disininjuga berlaku, mereka
harus memantau kegiatan anak mereka dalam menjelajah dunia maya dan orang tua
harus tahu seluk-beluk dunia maya tersebut, agar bisa mengambil langkah nyata
jika anaknya mulai keluar dari jalur yang telah ditentukan, serta perlu
diupayakan pemberdayaan dari guru maupun masyarakat untuk diadakan lembaga
kontrol yang bisa meberi masukan dan kajian kritis terhadap dampak media sosial
yang sedang naik daun ini. Semoga peran orang tua dan masyarakat tetap ada,
sehingga pengguna media sosial terutama para remaja negara kita tetap pada
jalur yang baik, sehingga bisa mengantar mereka ke tujuan yang baik pula.
Layaknya sebuah perahu yang berlayar ke sebuah pulau yang kaya akan hasil
alamnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar