Ya
Allah, di tengah kesulitan ini aku ingin tetap bersamamu dan berjalan di jalan
lurusmu. Aku bukanlah manusia sempurna yang selalu benar dalam menjalankan
segala hal, tapi aku ingin mengetahui dan memahami kebenaran, tunjukkan jalan lurusmu
Ya Rabb.
Ketika hati
dan fikiran terbuai akan kenikmatan dunia yang fana, aku ingin tetap mengingat
bahwa hidup di dunia ini penuh dengan tanggung jawab yang nantinya akan dibertanggungjawabkan
di hadapanMu Ya Rabb.
Hatiku sangat
mudah rapuh ketika diterpa asmara dunia, tetapi aku ingin menguatkan hatiku ini
untuk selalu mencintaiMu, karena Engkau cinta pertama dalam hidupku.
Biarlah waktu
yang akan buktikan seberapa penantianku dan kecintaanku pada seseorang. Tapi
jika cinta ini dapat membawaku ke jalanMu maka izinkanlah aku memilikinya Ya
Rabb, Karena aku yakin Engkau selalu memberi jalan yang terbaik untuk hambamu
yang lemah ini.
Setiap hal
mempunyai sisi negatif dan positif. Jika aku mengetahui segala sisi itu,
berilah aku kekuatan untuk mengaplikasikannya dalam kehidupanku dan cukup sisi
negatif itu menjadi mengingatku agar aku tidak terjerumus didalamnya.
Aku bukanlah
dari pondok pesantren, tapi aku sangat mengagumi segala budaya yang baik
didalamnya, arena aku tahu itu salah satu jalan untuk menuju ke jalan Tuhanku.
Manusia itu
memiliki segala sifat kelemahan dimana-mana, hanya saja ada beberapa sifat yang
tak bisa diterima oleh orang lain, karena bisa jadi sifat itu membuat hati
orang lain tersinggung. Tapi ada juga yang bisa menerima sifat itu, karena
baginya ia bukanlah manusia sempurna seperti TuhanNya.
Untuk calon
imamku, aku bukanlah wanita yang sempurna. Tapi aku kan selalu berusaha
melakukan yang terbaik untukmu, karena engkau telah memilihku.
Walaupun jarak
memisahkan raga kita, tapi untaian do’a ini selalu aku panjatkan kepada Allah
untukmu, karena bagiku kaulah yang mampu merubah hidupku seperti ini.
Bahagia
bukan berarti kita berada di tempat yang kita inginkan, tapi menikmati tempat
yang sudah di takdirkan Allah untuk kita. Berbahagialah orang yang selalu
mendapat pentunjuk dari Allah, karena itu adalah hal yang sangat kita inginkan
dalam hidup ini.
Jika ada rasa sakit karena tidak mendapat hal yang
tidak sesuai dengan keinginan kita, maka untuk menyembuhkannya marilah kita
mencoba menjalani apa yang telah di takdirkan oleh Allah untuk kita, karena ini adalah anugrah yang luar
biasa. Hidup hanya sekali jalanilah dengan sepenuh hati.
Tak mampu
menyeimbangkan kepentingan sosial sering kali membuat seseorang itu dibenci
oleh masyarakat lain, karena setiap manusia mempunyai hak dan kewajiban
yang sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar