Rabu, 20 November 2013

Hakikat Cinta

         Berbicara hakikat cinta tentu banyak sisi di dalamnya, namun yang ingin saya ungkapkan disini adalah hakikat cinta dari sudut pandang seorang wanita yang tidak ingin merasakan cinta kepada lelaki sampai waktu yang ditentukan.


Dua tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menjalani kehidupan tanpa rasa cinta pada sosok lelaki. Tapi setelah melewati semuanya itu sangatlah terasa cepat seperti halnya membalikkan telapak tangan. Hingga suatu ketika aku kembali dihadapkan pada sebuah rasa cinta. Aku mengenal sosok lelaki yang begitu terlihat akrab dan sering membuat canda ketika berbicara, sampai-sampai dia juga terlihat seperti merayu seorang wanita. Memang benar sebuah kalimat  yang menyatakan “Kamu bisa menutup matamu pada sesuatu yang tidak ingin kamu lihat. Tapi kamu tidak bisa menutup hatimu pada sesuatu yang  tidak ingin kamu rasakan”. Tak terasa hatiku mulai terpaut oleh  sosok tentang dia. Tapi mungkin yang membuatku lebih tertarik dengan dia adalah dia alumni pondok pesantren. Tapi sejauh mungkin hati dan fikiranku menolak apa yang hendak aku rasakan saat itu, aku menepis semua rasa senangku kepada dia, mencoba menundukkan pandangan ketika saling berbicara. Dia ternyata tidak hanya akrab denganku saja tapi juga wanita lain dan apa yang terjadi? Aku terkesan cemburu. Oh, ini sungguh hal terberat dalam hidupku. Aku sampai saat ini belum siap untuk tersakiti, sama sekali belum siap. Aku tidak tahu kepada siapa aku bercerita, bahwa sikap apa yang harus diambil ketika dihadapkan pada situasi yang seperti itu. Hingga akhirnya kubentangkan sajadah untuk bermuajah kepada sang Illahi rabbi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar