Assalamu’alaikum semuanya. Bagaimana kabarnya di ujung ramadhan kali ini? Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT juga diberikan umur yang panjang agar bisa bertemu bulan Ramadhan tahun depan dan tahun seterusnya. Amiin…
Well, kali ini aku akan sedikit berbagi tentang menjadi anak pertama. Adakah disini yang menjadi anak pertama? Gimana nih rasanya jadi anak pertama? Apapun yang kalian rasakan semoga itu berarti untuk kehidupan kalian kelak.
Akhir-akhir ini aku lagi merasakan rasa yang tak biasa. Sebenarnya sulit untuk kuungkapkan dengan kata-kata, tapi aku berusaha untuk mengungkapkannya.
Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Aku punya satu adik laki-laki. Sebagai anak pertama, aku baru benar-benar merasakan tanggung jawab yang besar bukan hanya dari segi finansial tapi juga teladan.
Pasca pemulihan operasi, Alhamdulillah aku langsung diberi rejeki Allah salah satunya mendapatkan pekerjaan, dan sedang dihadapkan pada kondisi yang membuat aku harus bekerja keras. Pasalanya, bapak mengalami PHK, jadi tulang punggung keluarga berpindah ke ibu yg seorang penjahit dan aku sebagai pekerja swasta. Untuk adikku sendiri masih nunggu panggilan kerja dari perusahaan. Allahu Akbar. Rencana Allah itu sungguh luar biasa. Aku tak ingin menyesali semua yang telah terjadi, meskipun sempat berandai tentang apa yang akan terjadi. Ya…semacam bermimpi akan sesuatu hal. Bolehkan? Boleh dong. Mumpung gratis dan tidak merugikan orang lain. Hehe.
Ketika di tempat kerja dihadapkan dengan hal sulit, aku belajar untuk tidak mengeluh tapi bersyukur karena aku berusaha melakukkan semua ini lillah dan orang tua. Seketika memori otakku kembali membuka kenangan-kenangan apapun yang telah terjadi beberapa tahun kebelakang. Bersyukur hal itu semakin menguatkan hati dan pikiran untuk tetap ikhlas bekerja keras. Orang tuaku saja tidak pernah mengeluh ketika mencari rejeki untukku haruskah aku harus mengeluh, batinku. Selain itu, ada beberapa hal yang belum bisa aku seimbangkan salah satunya segi sosial. Ini sih karena dari diri aku sendiri yang seorang ambivert tapi cenderung introvert. Jadi, akhir-akhir ini rutinitasku itu seperti bangun tidur, kerja, tidur, bangun lagi, kerja lagi dan tidur lagi. Hehe. Like that lah…Ada yang ngalami kayak gitu? So, aku ngerasa aku kurang greget sama lingkungan sekitarku. Apakah memang seperti itu ritmenya orang kerja? Karena aku ini masih newbie lho. Hehe. Tapi kalau ada event besar di masyarakat aku selalu berusaha untuk datang kok.
Honestly, aku gak workaholic juga tapi apa ya lebih ke fisik yang dah tak kuasa sepulang kerja. Hehe. Tapi aku yakin ada yang lebih parah dari aku. Hehe. Dan dari segi teladan baik itu sebagai anak pertama atau makhluk sosial, jujur masih dibawah rata-rata banget. Aku masih harus terus banyak belajar. To sum up, aku minta maaf banget belum bisa jadi kakak juga manusia yang baik. Aku masih berusaha untuk itu. Sekali lagi, aku minta maaf ya dek.
Memang tak mudah menyandang gelar sebagai anak pertama yang educated but I won’t give up. I’ll try my best. Meskipun banyak yang mencibir karena tidak tahu kenyataan yang sebenarnya, semoga hati ini semakin kuat dan apa yang diusahakan mendapat hasil yang nyata. Hasil yang tak hanya bermanfaat untuk keluarga tetapi juga sesama. Aku tak sedang mengeluh. Aku hanya sedang merasakkan salah satu rasa dari sejuta rasa menjadi anak pertama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar