Pertama kali
mendengar lagu dari film "My Name is Khan" oleh para jemaat Kristiani
yang ditemui Khan dalam perjalanannya menemui presiden Amerika Serikat ini,
saya "ngena". Pas dengar lagunya, langsung suka. Air mata tumpah bak
air bah. Sebab saat itu saya pribadi sedang dalam keadaan sangat penuh
pikiran-pikiran (baca : masalah, problematika, atau apalah istilahnya) yang
sempat membuat saya agak down. Saya merasa sendiri dan tidak tahu hendak
menceritakan perasaan saya kepada siapa. Dan lagu ini hadir, tepat di saat saya
bertanya kepada siapakah seharusnya saya menyandarkan kegelisahan dan
menitipkan harapan.
"We
Shall Overcome" merupakan lagu yang diciptakan sebagai wujud protes yang
kemudian menjadi anthem untuk pergerakan hak-hak sipil rakyat Amerika Serikat.
Lagu ini diangkat dari lagu Gospel oleh Charles Albert Tindley. Lagu ini
pertama kali diluncurkan pada tahun 1947 di People's Songs Bulletin.
Singkatnya, lagu ini sering dijadikan anthem dalam gerakan-gerakan protes di
berbagai belahan dunia (sumber : Wikipedia)
Baik, anda
mungkin berpikir saya mulai melenceng. Saya mulai menggunakan
"ayat-ayat" agama lain dalam memotivasi diri saya dan bahwa saya
tidak lagi menganggap kitab suci agama kita dapat memberi motivasi bahkan lebih
dari apapun. Saran saya, kita semua membaca tulisan saya ini hingga akhir dan
kemudian, beri saya masukan yang membangun dan buat saya mengapresiasi anda
karena telah memberi masukan atas dasar melihat masalah - sudah dalam - keadaan
yang menyeluruh.
Perhatikan
lirik lagu "We Shall Overcome" berikut ini :
We shall
overcome, We shall overcome, We shall overcome, some day.
(Kita akan bisa melewatinya, suatu hari nanti.)
Oh, deep in my heart, I do believe We shall overcome, some day.
(Oh, dari lubuk hati terdalam, aku percaya. Kita akan bisa melewatinya suatu hari nanti.)
We’ll walk hand in hand, We’ll walk hand in hand, We’ll walk hand in hand, some day.
(Kita akan berjalan bergandengan tangan, suatu hari nanti.)
Oh, deep in my heart,
(Dari lubuk hati terdalam,)
We shall live in peace, We shall live in peace, We shall live in peace, some day.
(Kita akan hidup dalam kedamaian suatu hari nanti.)
Oh, deep in my heart,
(Dari lubuk hati terdalam,)
We shall all be free, We shall all be free, We shall all be free, some day.
(Kita akan bebas suatu hari nanti)
Oh, deep in my heart,
(Dari lubuk hati terdalam,)
We are not afraid, We are not afraid, We are not afraid, TODAY
(Kita tidak takut bahkan hari ini)
Oh, deep in my heart,
(Dari lubuk hati terdalam,)
We shall overcome, We shall overcome, We shall overcome, some day.
(kita akan melewatinya suatu hari nanti)
Oh, deep in my heart, I do believe We shall overcome, some day.
(Dari lubuk hati terdalam, aku percaya kita akan dapat melewatinya suatu hari nanti)
(Kita akan bisa melewatinya, suatu hari nanti.)
Oh, deep in my heart, I do believe We shall overcome, some day.
(Oh, dari lubuk hati terdalam, aku percaya. Kita akan bisa melewatinya suatu hari nanti.)
We’ll walk hand in hand, We’ll walk hand in hand, We’ll walk hand in hand, some day.
(Kita akan berjalan bergandengan tangan, suatu hari nanti.)
Oh, deep in my heart,
(Dari lubuk hati terdalam,)
We shall live in peace, We shall live in peace, We shall live in peace, some day.
(Kita akan hidup dalam kedamaian suatu hari nanti.)
Oh, deep in my heart,
(Dari lubuk hati terdalam,)
We shall all be free, We shall all be free, We shall all be free, some day.
(Kita akan bebas suatu hari nanti)
Oh, deep in my heart,
(Dari lubuk hati terdalam,)
We are not afraid, We are not afraid, We are not afraid, TODAY
(Kita tidak takut bahkan hari ini)
Oh, deep in my heart,
(Dari lubuk hati terdalam,)
We shall overcome, We shall overcome, We shall overcome, some day.
(kita akan melewatinya suatu hari nanti)
Oh, deep in my heart, I do believe We shall overcome, some day.
(Dari lubuk hati terdalam, aku percaya kita akan dapat melewatinya suatu hari nanti)
Dari lirik
di atas, apa yang teman-teman dapatkan?
Optimisme
bukan?
Jika dilihat
di film "My Name is Khan"-nya langsung, yang menyanyikan lagu ini
adalah kaum Negro yang notabene mendapatkan banyak diskriminasi dalam kehidupan
sehari-harinya di negeri Paman Sam sana. Ya, politik Apartheid sudah dikubur
mati, tapi sisa-sisanya saya yakin sangat masih ada. Dapat dilihat di film
tersebut, saat terjadi bencana, mereka hampir mati dibiarkan bertahan dalam
badai besar yang melanda negara bagian mereka tanpa bantuan yang memadai.
Bantuan malah datang pertama kali oleh masyarakat sipil dan Rizwan Khan yang
jelas-jelas beda agamanya dengan mereka (baca : Rizwan adalah seorang muslim
sementara mereka Kristiani).
Optimisme
yang ditunjukkan oleh kaum "Black-skinned" ini yang membuat saya
selalu takjub. Mereka sangat bisa menyanyikan optimisme ini dan menularkannya
pada orang lain menurut saya.
Dan Rizwan
Khan? Lepas dari kontroversi ia menikahi seorang non muslim (Ada yang mau
memberi pandangannya tentang hal ini? Saya tidak cukup ilmu untuk
membahasnya ), ia membuat saya mengingat sebuah
hadits
“Sebaik-baik manusia
adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ad-Daruquthni
dan Ath-Thabaran)
Duh! Saya
jadi terpikir, sudah seberapa bermanfaatnya saya sebagai seorang muslim?
Padahal agama kita Islam adalah Rahmatan lil 'Alamin (rahmat bagi seluruh
alam)! Entahlah untuk seluruh alam, tapi untuk umat manusia saja, sudah
seberapa besar manfaat yang kita kontribusikan? Atau kita hanya terjebak dalam
lingkaran memberi manfaat hanya pada diri sendiri saja dengan hanya melakukan
hal-hal yang cuma bisa memberi keuntungan untuk diri sendiri atau paling banter
untuk sekedar keluarga saja? Padahal Allah tidak mungkin mengatakan bahwa agama
kita rahmat bagi seluruh alam jika kita (sebagai orang-orang yang ber-Islam itu
sendiri) tidak bisa mencoba melakukan hal yang sama!
Kembali ke
topik utama, lagu "We Shall Overcome" di atas memang lagu umat agama
lain, tapi bagi saya lagu itu malah membawa saya ke beberapa ayat Alquran
berikut ini
"Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai
(dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang
lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu
berharap." - QS Al-Insyirah ayat 5-8
Dan saya
akhirnya kembali "sadar". Ya, bukankah memang begini diciptakan-Nya?
Diciptakan-Nya kesulitan untuk lalu kita akan melewatinya suatu hari nanti dan
kemudahan itu akan menggantikannya?
Dan
perhatikan, Allah membuat penekanan akan janji-Nya ini dengan mengulang isi
ayat 5 pada ayat 6! Maha Suci Allah, bukankah Dia sedang memotivasi kita semua
dengan kata-kata-Nya langsung?
Dan lihat
juga, pada akhir surat Dia berkata, bahwa hanya pada-Nya lah hendaknya kita
berharap. Di poin ini, saya luluh. Ya, ada makna "hendaknya" di sini.
Allah tentu tahu bahwa kita manusia ini suka sekali berharap pada yang lain
dulu sebelum kapok harapannya tidak berbalas baru pada akhirnya berharap pada
Tuhannya.
Saya malu.
Malu sekali. Sebab saya sudah masuk ke golongan kebanyakan itu yang sudah
menggantungkan harapan tidak pada-Nya yang pertama. Maka saya berakhir dengan
kekecewaan. Kesakitan. Keterpurukan. Patah hati. Tergelincir dosa. Dan ah,
sungguh, berharap pada selain-Nya benar-benar tidak bisa membuat saya cukup
yakin untuk terus melanjutkan kehidupan ini.
Maka ketika
melihat umat agama lain itu begitu yakin dengan agamanya ketika menyanyikan
lagu ini, saya tertampar untuk ke sekian kalinya dalam hidup ini. Saya punya
Allah yang ayat-ayat-Nya lebih bisa menggemparkan egoisme saya dan saya atau
mungkin kita semua masih suka menutup mata dan malah menyepelekan agama kita.
Padahal lihatlah, bukankah semua kekuatan sebenarnya berasal dari keteguhan dan
kedamaian hati? Sementara keteguhan dan kedamaian hati mustahil didapatkan
tanpa perenungan yang mendalam akan hidup ini! Dan jika sudah merenungi alam
ini dalam-dalam, manusia PASTI akan bertemu Tuhannya. Seperti Ibrahim
(alaihissalam). Seperti Cat Steven. Seperti banyak muallaf di luar sana
rasakan. Seperti yang saya secara personal juga rasakan. Ah, itulah mengapa
Allah menyuruh kita untuk "bertebaran" di atas muka bumi ini seperti
disampaikan-Nya dalam QS Al-Jumu'ah ayat 5
"Maka
bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah
sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung" -QS
Al-Jumuah ayat 5
Ya, bahkan
sebelum Rizwan Khan berkelana ke berbagai negara bagian di Amerika Serikat
dalam "My Name is Khan" , Tuhan kita sudah menyuruh kita untuk
"merantaui" dunia ini dalam rangkat mengingat-Nya alias bertafakkur
tenntang ciptaan-Nya. Bertafakkur tentang bagaimana meski musim gugur merontokkan
hampir seluruh daun-daun pepohon yang ada, musim semi akan kembali hadir dan
menyuguhi mata kita dengan dedaun muda yang hijau kembali. Bahwa beku mencekam
musim dingin akan segera dicairkan pula oleh musim semi dengan kehangatan.
Bahwa setelah kesulitan itu ada kemudahan. Yes, we shall overcome! Mengapa
takut mengarungi semua hambatan dan masalah ini jika kita tahu Dia akan
menggantikan semua ini dengan kebahagiaan nanti di akhirnya? Yakin, kita hanya
perlu yakin. Sekali lagi, yakinlah, we shall overcome!
artikelnya keren :) inspiratif
BalasHapusartikelnya keren :) inspiratif
BalasHapusthanks
BalasHapussaya setuju, sebenernya udah denger lagunya dari lama tapi hari ini denger lagi dan langsung bikin kangen lagunya. saya lebih menganggap sebagai lagu penyemangat atau mungkin untuk sebagai inspirasi buat kita.
BalasHapuswalaupun lagunya sering digunakan oleh agama lain tapi bukan berarti kita ngga boleh suka kan.
suka postnya,,,
keren , Subhanallah sekali ,, 😊
BalasHapuskeren ni artikelnya... sangat menginspirasi..
BalasHapusdalem banget ulasannya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMasha Allah. Begitu dalam penghayatannya min, katan2nya sangat menginspirasi. Terima kasih min, semoga kedepannya makin sukses. Aamiin..
BalasHapusKeren banget sangat menginsiparasi...
BalasHapusMakasih untuk artikel yang hebat.
Mau meluruskan sedikit. Yg bagian terjemah surat Al insyirah itu sebenarnya artinya BUKAN "sesungguhnya SESUDAH kesulitan itu ada kemudahan. " MELAINKAN " sesungguhnya BERSAMA/BESERTA kesulitan itu ada kemudahan. "
BalasHapusKalau sesudah kesulitan ada kemudahan itu kesannya kayak kita membiarkan kesulitan agar segera berlalu dan menanti nantikan kemudahan sesudahnya,
Tapi karena artinya "bersama kesulitan ada kemudahan" itu kita bisa semangat menghadapi kesulitan kesulitan yang ada, bukan malah menghindarinya.
Sekian, harap koreksi kalau ada yg salah y,
Dan mohon maaf apabila ada yg kurang berkenan.
Menyentuh hati banget kata kata nya 😊😊
BalasHapusYah,ya dong sesama manusia harus saling tolong-menolong walau pub kita beda agama mau pun beda ras dan budaya ya gak gusy😇😇
Apa makna dari lagu tersebut
BalasHapusTerimakasih sudah menyadarkan saya lewat artikel ini kak, dan ayo jadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan semangat mencari ridho Allah
BalasHapus