Kamu suka menulis? Suka surat-menyurat? Suka sama aksesoris yang lucu dan imut? Nah, mungkin penpalling adalah jawabannya.
Apa sih Pen Pal itu? Pen Pal adalah orang yang secara teratur menulis satu sama lain, terutama melalui pos. Di Indonesia, penpal dikenal dengan sebutan sahabat pena.
So, kamu saling berkirim surat dengan orang lain yang sudah memiliki perjanjian dengan kamu.
Di era digital ini, tentu kita akan berpikir bahwa surat-menyurat via pos itu adalah hal yang kuno dan ketinggalan jaman. Pasti sudah jarang yang melakukannya karena sekarang sudah canggih bahkan jaringan pun rata-rata sudah 4G. Harga HP android pun kian murah. Promo kuota pun juga ada dimana-mana. Ya kan? Akan tetapi, sebenarnya dunia penpalling tersebut masih digandrungi oleh orang-orang terutama anak muda. Kenapa? Karena menurutku ada sensasi yang berbeda dibanding mengirim pesan lewat aplikasi chat android atau bahkan via SMS sekalipun. Pokoknya rasa dan pengalaman yang di dapat pun sangat luar biasa.
Aku mengenal penpal itu ketika ngepoin akun instagram salah satu postcrosser Indonesia yang sekarang telah menjadi sahabat penaku dan alhamdulillah masih berlanjut sampai sekarang. 😊 Total jumlah sahabat pena yang aku punya sekarang ada 3 orang, semuanya dari dalam negeri yaitu 2 orang mahasiswi dari Sidoarjo dan 1 orang (masih kelas 11 SMK) dari Cirebon. Rencana kedepannya pengen banget punya sahabat pena dari luar negeri terutama dari Prancis, London dan Amerika.
Di era digital ini, tentu kita akan berpikir bahwa surat-menyurat via pos itu adalah hal yang kuno dan ketinggalan jaman. Pasti sudah jarang yang melakukannya karena sekarang sudah canggih bahkan jaringan pun rata-rata sudah 4G. Harga HP android pun kian murah. Promo kuota pun juga ada dimana-mana. Ya kan? Akan tetapi, sebenarnya dunia penpalling tersebut masih digandrungi oleh orang-orang terutama anak muda. Kenapa? Karena menurutku ada sensasi yang berbeda dibanding mengirim pesan lewat aplikasi chat android atau bahkan via SMS sekalipun. Pokoknya rasa dan pengalaman yang di dapat pun sangat luar biasa.
Aku mengenal penpal itu ketika ngepoin akun instagram salah satu postcrosser Indonesia yang sekarang telah menjadi sahabat penaku dan alhamdulillah masih berlanjut sampai sekarang. 😊 Total jumlah sahabat pena yang aku punya sekarang ada 3 orang, semuanya dari dalam negeri yaitu 2 orang mahasiswi dari Sidoarjo dan 1 orang (masih kelas 11 SMK) dari Cirebon. Rencana kedepannya pengen banget punya sahabat pena dari luar negeri terutama dari Prancis, London dan Amerika.
Kenapa aku bisa tertarik dengan dunia Pen Pal ini? First of all, karena aku memang suka menulis, dengan adanya penpalling ini bisa melatih kemampuan menulisku. Aku juga suka dapet printilan-printilan yang dimasukkin di dalam amplopnya (Jujur banget yak. Hehe). Apapun bendanya, itu meaningful buat aku soalnya suka banget ngoleksi sesuatu sekecil apapun. But anyway, yang terpenting adalah bisa bersilaturahmi dan bertukar informasi meskipun hanya melalui surat. Pokoknya sensasinya itu tiada duanya. Apalagi kalau pas pulang beraktivitas dan ngerasaain capek banget tapi tiba-tiba lihat amplop hias handmade di atas meja, itu rasanya seneng banget. Itu benda mood booster banget buat aku. Beneran deh…
Gimana sih caranya dapat sahabat pena? Sebenarnya ada banyak cara, mulai dari nyari di sosmed terutama Instagram, nyari di grup facebook Komunitas Postcrossing Indonesia (KPI), sampai minta tolong sama temen untuk dikenalin ke seseorang yang mau jadi sahabat pena. Kalau aku pribadi, selama ini dapat sahabat pena dari Instagram, nawarin diri di Grup Facebook KPI, dan minta tolong ke temen. Alhamdulillah, semuanya amanah.
Nah, pasti kalian penasaran kan biaya yang yang dihabiskan untuk sekali kirim surat, ya kan? Untuk jawaban dari pertanyaan satu ini tergantung individu dan tujuan pengirimannya. Berhubung sahabat penaku masih dalam negeri jadi aku sendiri kira-kira menghabiskan kurang lebih Rp. 5000 sekali kirim, dengan rincian sebagai berikut:
- Prangko sebagai alat pembayaran sah dalam pengiriman surat Rp. 3000
- Kertas kado utk amplop Rp. 1000 (bisa jadi 4-5 amplop)
- Binder sebagai Kertas Surat Rp. 7000 isi 25 lembar (sekali kirim habis 2 lembar) Sebenarnya untuk kertas surat ini bisa dilakukan penghematan dengan cara pakai kertas bekas yang masih kosong. Akan tetapi menurut aku pribadi, kalau bisa kamu hias sesuatu entah itu kliping, stiker, atau menggambar sesuatu dengan spidol. Tujuannya sih biar semangat membaca aja. Hehe Kalau mau polosan juga gak apa-apa kok, asal isinya lebih menarik dari kertasnya. hehehe
- Printilan (tak ternilai). Nah, untuk printilan yang aku masukkan ke amplop itu, kadang ngikutin printilan isi amplop yang aku terima tapi tak jarang juga sesuai mood aku, yang penting bisa sebanding dengan apa yang aku dapat. Intinya gak boleh memaksa diri sendiri. ( Bagi kamu yang kreatif memanfaatkan sesuatu barang bekas, itu sangat membantu karena bisa menghemat budget kamu lho.😊 Misalnya, bekas kardus sabun mandi bisa di buat pembatas buku atau stiker.
Semoga tulisan ini menambah pengetahuan dan inspirasi buat semuanya ya. Bagi yang mau berbagi pengalaman suka dan duka bersama sahabat pena atau tanya-tanya tentang penpalling bisa meninggalkan tulisan di kolom komentar. Terima kasih. See You.
Berikut ini adalah gambar-gambar hasil penpalling aku selama ini.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar