Jujur saja, sudah lama sekali aku tidak menulis, lebih tepatnya menulis artikel. Sebenarnya ada saja ide yang terbesit di kepala untuk menulis sesuatu, tetapi karena tidak secepatnya aku tuangkan dalam tulisan, jadi keburu hilang deh. Ini pembelajaran banget buat aku, kalau tiba-tiba ada ide yang muncul harus segera dieksekusi kalau nggak begitu bisa langsung hilang. Meskipun begitu, kalau untuk menulis diary aku masih melakukannya walaupun sering absen. Sebisa mungkin dan sesibuk apapun, aku harus selalu menyempatkan waktu untuk menulis diary karena banyak kisah luar biasa dalam hidupku, sayang kalau hanya terlewatkan begitu tanpa ku goreskan pena untuk kelak kukenangkan.
Oke, kali ini aku akan berbagi sedikit pengalaman di dunia postcrossing. Btw, sudah ada yang tau apa itu postcrossing? Nah, bagi yang belum tahu berikut ini adalah definisi menurut Wikipedia. Postcrossing adalah sebuah proyek online yang menmungkinkan para anggotanya untuk mengirim dan menerima kartu pos yang nyata dari seluruh dunia. Tagline proyek ini adalah “Send a postcard and receive a postcard back from a random person somewhere in the world.” Keren bukan? Apalagi buat filatelis atau yang suka koleksi kartu pos. Pasti tidak akan melewatkan kesempatan satu ini, kan? Berikut in I adalah linknya www.postcrossing.com
Aku bergabung atau membuat akun di postcrossing akhir September 2017 atau kurang lebih 6 bulan yang lalu (178 hari). Tetapi sebenarnya aku tahu postcrossing itu sekitar seminggu sebelum aku registrasi di website resminya. Jadi, awalnya itu ketika intip-intip beranda facebook, ada salah satu postingan yang menarik dari adek tingkat aku. Di postingan itu di share link website postcrossing dengan tambahan caption yang intinya dia senang banget bisa dapet kartu pos dari luar negeri. Kemudian, selang beberapa hari, dia posting lagi kartu pos yang dia dapat. Akhirnya, beberapa hari juga setelah itu aku memutuskan untuk membuat akun. Kebetulan, dari dulu aku emang suka banget koleksi barang apapun dari luar negeri. Tetapi kendalanya adalah aku hanya punya sedikit teman yang berada di luar negeri dan aku orangnya itu tidak ingin merepotkan orang lain. Kalaupun aku akhirnya nitip sesuatu aku tidak akan memaksa dan banyak berharap. (Btw, makasih banyak buat saudara dan temen-temen yang sudah aku repotin buat beli prangko. Sekali lagi makasih banyak ya). Jadi, dengan adanya postcrossing ini, aku sangat beruntung dan tertolong sekali karena aku tidak akan merepotkan mereka lagi. I’m very happy. 😍
Aku bergabung atau membuat akun di postcrossing akhir September 2017 atau kurang lebih 6 bulan yang lalu (178 hari). Tetapi sebenarnya aku tahu postcrossing itu sekitar seminggu sebelum aku registrasi di website resminya. Jadi, awalnya itu ketika intip-intip beranda facebook, ada salah satu postingan yang menarik dari adek tingkat aku. Di postingan itu di share link website postcrossing dengan tambahan caption yang intinya dia senang banget bisa dapet kartu pos dari luar negeri. Kemudian, selang beberapa hari, dia posting lagi kartu pos yang dia dapat. Akhirnya, beberapa hari juga setelah itu aku memutuskan untuk membuat akun. Kebetulan, dari dulu aku emang suka banget koleksi barang apapun dari luar negeri. Tetapi kendalanya adalah aku hanya punya sedikit teman yang berada di luar negeri dan aku orangnya itu tidak ingin merepotkan orang lain. Kalaupun aku akhirnya nitip sesuatu aku tidak akan memaksa dan banyak berharap. (Btw, makasih banyak buat saudara dan temen-temen yang sudah aku repotin buat beli prangko. Sekali lagi makasih banyak ya). Jadi, dengan adanya postcrossing ini, aku sangat beruntung dan tertolong sekali karena aku tidak akan merepotkan mereka lagi. I’m very happy. 😍
Setelah aku mendaftar, aku baca semua tentang postcrossing di website tersebut, mulai dari pengiriman sampai penerimaan kartu pos. Meskipun begitu aku masih sering tanya-tanya ke adek tingkatku yang sudah berkecimpung dulu di dunia tersebut, siapa tahu aku akan dapat informasi lebih dari dia. Nah, untuk mendapatkan kartu pos dari luar negeri, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengirim kartu pos. Berhubung aku newbie jadi aku beli kartu pos biasa di Kantor Pos dekat rumah. Harganya ekonomis sekali hanya Rp. 200 per kartu pos (ketika itu aku pun beli 10 kartu). Tetapi, setelah mendapat informasi kalau untuk pengiriman ke luar negeri diusahakan untuk tidak menggunakan kartu pos edisi lama, akhirnya mau tidak mau harus beli online dengan harga rata-rata 4000 sampai 5000. Amboi, kartu posnya bagus-bagus banget bisa bikin lapar mata, rek. Setelah mendapatkan kartu pos via online, selanjutnya adalah membeli prangko. Untuk apa? Jadi, untuk pengiriman kartu pos kita butuh alat pembayaran yang sah yakni prangko. Untuk pengiriman dalam negeri menggunakan prangko senilai 3000 dan untuk luar negeri awalnya aku pukul rata senilai 8000. Akan tetapi, setelah mendapat info resmi tentang peraturan biaya kirim kartu pos aku mulai menempel nilai prangko yang berbeda sesuai dengan negara tujuan. Nah, setelah membeli kartu pos dan prangko, aku belum langsung memanfaatkan slots pengiriman yang tersedia di website tersebut. Aku uji coba dulu untuk kirim ke adik tingkat dan beberapa temanku secara gratis sebagai bentuk perkenalan ke mereka kalau era milenial ini, masih ada aktifitas tukar menukar kartu pos. Dan baru setelah beberapa hari aku memanfaatkannya dengan langsung mengirim 5 kartu sekaligus (karena jatah pertama untuk newbie adalah 5 slots) dengan tujuan negara yang berbeda-beda. Kalau mengingat-ingat tulisan apa yang aku tulis di kartu tersebut rasanya ingin ketawa sendiri. Pokoknya super aneh. Hehe…Yah, maklumlah newbie. 😅
Salah satu moment bahagia dari hobi satu ini adalah ketika mendapat email “Hurray!” dari www.postcrossing.com karena itu berarti kartu kita sudah sampai. Oh ya, sampai lupa. Jadi, setiap kartu yang kita kirim itu punya kode masing-masing kawan, yang akan di registrasi oleh si penerima dan jika sudah teregistrasi, maka kita tinggal menunggu orang lain yang dipilih secara acak kirim kartu ke kita. Secara keseluruhan total kirim kartu sampai menerima kartu adalah kurang lebih dua bulan. Satu bulan untuk perjalanan kita mengirim kartu dan satu bulannya lagi perjalanan kita menerima kartu. Jadi, memang harus super sabar. But anyway, dalam tempo dua bulan tersebut aku sudah mendapatkan beberapa kartu dari luar negeri lho (Hehe) karena aku memutuskan ikut direct swap melalui Instagram (IG). Gak nyangka banget ternyata banyak juga postcrosser yang ada di IG.
Fyi, kartu pos yang kita kirim itu tidak ada nomer resinya. Jadi, harus siap mental kalau suatu saat kartu pos lama pake banget sampai ke si penerima karena memang tidak bisa di lacak. Apakah aku pernah mengalami? Ya, pasti pernah dan sudah memasuki hari ke 120. Untungnya cuma satu kartu dan cukup satu saja deh karena lumayan nyesek lho, guys. Hiks hiks. Jadi, dalam pengiriman kartu itu ada batas maksimalnya yaitu 60 hari. Jika dalam waktu tersebut belum di registrasi maka dinyatakan expired. 😭
Oh ya, tentang direct swap di IG tadi, aku sampai mengalami titik kejenuhan lho, dalam artian ingin memutuskan berhenti saja. Bukan karena ada masalah pengiriman ataupun penipuan tapi lebih ke masalah finansial. Hehe. Aku tak kuasa, kawan. Kalau di lanjutin bisa kosong dompetku karena lapar mata (hehe). Hingga akhirnya, awal januari aku memutuskan untuk berhenti direct swap melalui IG dan fokus ke postcrossing.com. Jadi, saat itu juga aku memutuskan untuk istiqomah di websitenya dengan mengirimkan 2 kartu saja setiap bulannya. Tetapi untuk direct swap dalam negeri aku masih melakukannya karena sebagai bentuk perkenalan, alasan lainnya sih karena nilai prangko yang di pakai lebih murah daripada kirim ke luar negeri. 😅
Okay, kawan. Jadi, itu sedikit cerita aku di dunia postcrossing. Semoga menambah pengetahuan dan bisa menginspirasi kalian. Terima kasih banyak. See you.
l
l
| Kartu Pos or bisa follow @retno.sumbulatin |


Waah... Menarik juga. Sempet penasaran waktu liat bbrp postingan kartu nama di sosmed dek retno. Terjawab sudah.hehehe.. Anyway, artikel ini akan semakin menarik jika dikasih bbrp gambar kartu pos hasil postcrossingnya... Juga dikasih permalink pada website yang disebutkan diatas contohnya web postcrossing.com agar memudahkan pembaca lgsg meluncur ke web yg dimaksud. Semangat menulis! Jadi kangen nulis blog jg...deuh hehe
BalasHapusSaran di terima. 😊😍 makasih banyak y mbak dah mampir di blog aku. 😁
Hapus